Perkembangan Animasi dari Tahun 2000 Hingga Kini
Dalam buku Pengetahuan Dasar Film Animasi Indonesia (Prakosa, 2010), dijelaskan bahwa animasi berasal dari bahasa Latin, anima, yang artinya jiwa, hidup, nyawa dan semangat. Animasi adalah gambar dua dimensi yang seolaholah bergerak. Animasi ialah suatu seni untuk memanipulasi gambar menjadi seolah-olah hidup dan bergerak, yang terdiri dari animasi 2 dimensi dan 3 dimensi. Animasi pada awalnya hanya berupa potongan-potongan gambar ilustrasi atau fotografi yang kemudian digerakkan sehingga menjadi seolah-olah hidup. Animasi dapat dikatakan sebagai simulasi pergerakan yang dibuat dengan menampilkan gambar-gambar berurutan atau frames. Pada perkembangan animasi di tahun 2000-an, terbentuknya Asosiasi Industri Animasi dan Kreatif Indonesia (AINAKI) yang memiliki visi menghubungkan industri kreatif antar negara, berkolaborasi dengan pemerintah, institusi pendidikan, pengusaha dari dalam maupun luar negri, dan terutama dengan studio animasi yang ada di Indonesia, yang membantu perkembangan animasi di Indonesia hingga sekarang.
Pada awal tahun 2000, animasi masih dominan menggunakan teknik konvensional seperti animasi tangan, di mana animator secara manual menggambar setiap frame secara langsung pada kertas atau seluloid. Contoh film-film Disney seperti "The Lion King" (1994) dan "Tarzan" (1999) yang masih menggunakan teknik animasi tangan. Perkembangan teknologi komputer memungkinkan animator untuk membuat animasi menggunakan perangkat lunak dan komputer. Teknik ini dikenal sebagai CGI. CGI memungkinkan pembuatan animasi yang lebih realistis dan kompleks, serta memfasilitasi efek visual yang lebih canggih. Seiring dengan perkembangan teknologi komputer, penggunaan CGI dalam animasi semakin umum. Contoh film "Shrek" (2001) dari DreamWorks Animation yang menggunakan teknologi CGI untuk menciptakan dunia animasi yang berwarna-warni dan karakter yang hidup. Animasi 3D menjadi dominan menggantikan animasi 2D konvensional sebagai standar industri. Studio-studio besar seperti Pixar dan DreamWorks Animation memimpin tren ini dengan film-film Pixar seperti "Finding Nemo" (2003) dan "Toy Story 3" (2010) menunjukkan kemajuan yang pesat dalam animasi 3D. Lalu animasi 3D menjadi sangat populer seiring dengan peningkatan kekuatan komputasi dan perangkat lunak yang lebih canggih. Animasi 3D memungkinkan pembuatan karakter dan lingkungan yang lebih realistis, serta gerakan yang lebih alami.
Komentar
Posting Komentar